April 15, 2021

LINTAS HUKUM ONLINE

Mengungkap Fakta Data yang Diulas Secara Tegas dan Transparan

Pemprov Jabar Bagikan 3,2 Juta Kartu Kuota 10 GB Telkomsel Gratis untuk Pelajar (Merdeka)

Spread the love

Telkomsel memberikan 3,2 juta kartu Internet Merdeka Belajar untuk mendukung program pembelajaran jarak jauh (PJJ) di provinsi Jawa Barat kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Paket kartu perdana Merdeka Belajar diserahkan Telkomsel secara simbolik kepada Gubernur Jawa Barat di gedung Pakuan Bandung pada Rabu (2/9/2020)

Direktur Human Capital Management Telkomsel. Muharam Perbawamukti mengatakan bahwa tindakan ini menegaskan komitmen Telkomsel dalam menghadirkan jaringan dan inovasi produk yang mendukung kelancaran proses belajar mengajar secara daring

Dengan kartu Internet Merdeka Belajar ini melengkapi produk-produk yang sebelumnya telah kami hadirkan dalam memfasilitasi proses pembelajaran jarak jauh seperti paket Kuota Data Ilmupedia dan Conference, serta paket Kuota Belajar,” ujar Muharam.

Kartu tersebut dibagikan gratis melalui Dinas Pendidikan Provinsi kepada ribuan sekolah seperti SD, SMP, SMA, SMK, Madrasah Aliyah dan beberapa Pondok Pesantren di Jawa Barat.

Sebanyak 3,25 juta keping mikro chip nomor perdana gratis yang sudah terisi 10 GB kuota internet dalam satu bulan pertama disiapkan Pemprov Jabar. Rinciannya, kebutuhan seluruh siswa dan guru SMA/SMK/SLB sebanyak 1,9 juta keping mikro chip. Sisanya 1,3 juta mikro chip dapat diberikan kepada santri di pesantren, siswa madrasah aliyah (MA) di bawah Kemenag, serta mahasiswa yang kesulitan. 

Emil meminta proses registrasi siswa dilakukan sekolah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jabar sebagai pihak yang berwenang mengelola Dapodik. Sementara pesantren, MA, dan mahasiswa yang tidak dijangkau provinsi proses pra registrasi dapat dilakukan melalui https://pikobar.jabarprov.go. id/. 

“Lebih baik Telkomsel menerima data yang bersih, baik, dan terkonfirmasi,” katanya.  

“Kami sedang berwacana dengan DPRD, jika memungkinkan tiga bulan sisanya pun coba ditanggung dari APBD provinsi. Untuk menutupi pembelian kuota 11 GB seharga Rp5.000, maka biaya yang dibutuhkan sekitar Rp16 miliar per bulan atau Rp48 miliar Desember 2020, minimal tanpa harus mengeluarkan biaya,” ujarnya.

Emil juga berpesan kepada penerima kartu perdana terutama siswa agar mempergunakan kuota intrnet gratis  dan murah ini untuk hal-hal yang wajib. 

“Ini dipakai untuk sesuatu yang wajib pendidikan. Jangan pakai untuk sesuatu yang viral di media sosial,” tuturnya.

“Program Merdeka Belajar Jarak Jauh yaitu sebuah program yang memberikan kemudahan kepada para pendidik dan peserta didik dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang memberikan gratis kartu perdana dengan keunggulan paket dan kuota belajar sebesar 10 GB senilai sepuluh rupiah,” ujarnya.

Muharram menjelaskan,paket belajar  dalam kartu perdana dapat digunakan untuk mengakses aplikasi e-learning, 240 situs e-learning kampus dan sekolah di seluruh Indonesia dan sejumlah aplikasi video conference.

(Bardan s)