September 27, 2021

LINTAS HUKUM ONLINE

Mengungkap Fakta Data yang Diulas Secara Tegas dan Transparan

CUMA DI JANJI-JANJIKAN, PARA PENCARI KERJA MEMINTA PIHAK PENYALUR SEGERA KEMBALIKAN UANG ADMINISTRASI YANG PERNAH DIMINTA

Spread the love

Lintashukumonline.com–Babelan , Kantor Yayasan penyalur tenaga kerja di Kecamatan Babelan Desa Kedung Jaya RT 001 RW 003 ,di datangi orang-orang yang di duga korban pada 1 April 2021.
Penyalur tenaga kerja yang bernama Faeyza Busrin Internusa(FBI) saat di datangi terlihat hanya 2 orang yang mengaku pegawainya, dari hasil wawancara media, pihak penyalur yang di wakili pegawainya mengaku ada kerjasama dengan perusahaan yang akan di salurkan oleh kantor penyalur tenaga kerja tersebut.

Ada puluhan calon tenaga kerja yang di duga merasa telah di bohongi dengan modus mengiming imingi kerja di perusahaan bonafit, dengan membayar uang administrasi sebesar 2 juta rupiah.
Tidak hanya itu kantor penyalur tenaga kerja tersebut juga memungut uang pendaftaran sebagai member bagi para pelamar kerja baru sekitar Rp.150.000 (Seratus lima puluh ribu rupiah)/orang serta menyerahkan berkas lamaran dan dokumen Ijazah asli.

Bersama yang lainnya salah satu yang di duga telah merasa di bohongi Vy (inisal red) menjelaskan saat di konfirmasi awak media”kita cuma di janji-janjikan doang, makanya kita minta di balikin aja uang kita yang udah masuk, ga apa-apa kita terima walau setengahnya dulu, tapi sampe detik ini belum ada kabar juga, janjinya di kantor waktu itu mau transfer sorenya kita tunggu-tunggu ga ada uang masuk juga sampe saat ini” terangnya.

Masih menurut Vy ” kita dan teman-teman lainnya meminta ijazah asli kita dan dengan sedikit penekanan Alhamdulillah ijazah udah di balikin, ga tau dengan yang lainnya, tinggal uang kita aja yang belum di balikin ” jelasnya.

Dari keterangan yang di dapat di lapangan, ada puluhan calon tenaga kerja yang mendaftar atau menjadi member di kantor penyalur tersebut, menurut beberapa calon tenaga kerja yang tergabung di dalam group “LOKER” mereka merasa takut karena pernah ada intimidasi/ancaman akan di laporkan oleh pihak penyalur sdr.IM (Inisial red), oleh karena itu mereka memilih bungkam, bahkan ada yang sudah memilih balik ke kampung halamannya.

Dari beberapa orang yang memberanikan diri akhirnya terungkap, mereka sudah tergabung hampir satu tahun dan belum ada realisasi dari pihak penyalur, untuk itu mereka meminta hak mereka kembali, karena pekerjaan yang di janjikan tidak kunjung dapat.

Selain ijazah asli yang sudah di kembalikan masih ada uang mereka yang belum di kembalikan hingga saat ini.

Menurut pegawai kantor penyalur tersebut Rifky saat di datangi di kantornya pada 01/04/2021, mengatakan ” bahwa memang benar ijazah asli mereka ada disini,alasan dari penahanan ijazah bertujuan agar si calon apabila di terima kerja tidak kabur ” jelasnya.

MD inisial (red) salah satu dari beberapa yang di duga merasa di rugikan menuturkan kalau dirinya pernah ingin mengambil ijazah nya yang di tahan karena mau di terima kerja di perusahaan lain, dirinya diminta sejumlah uang kalau mau mengambil ijazah aslinya, “saya tertarik karena dua atau tiga hari setelah pendaftaran akan langsung tes,ternyata ga juga ada realisasi,malah pada saat saya meminta ijazah saya, saya diminta menebus dengan harus membayar sejumlah uang” ungkap Md ke awak media.

Sampai berita ini di turunkan pihak penyalur yang di sebut sebagai Dirut dari perusahaan tersebut IM (inisial red) belum bisa di konfirmasi.

(Hen/red).