Sabtu, November 27News That Matters

MARAKNYA TAMBANG ILEGAL SKALA BESAR DI WILAYAH IUP PT.TIMAH DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI

Sungailiat Bangka,15-11-2021 Media Lintas Hukum online. Dengan nilai jual timah begitu fantastis saat ini, pastinya berpengaruh besar bagi perekonomian rakyat di Provinsi Bangka Belitung (Babel), karena mayoritas masyarakatnya berpenghasilan dari tambang timah.

Kemungkinan dampak dari harga timah yang melambung tinggi, kawasan hutan produksi dan lindung kini jadi sasaran empuk bagi penambanganan timah ilegal.

Mirisnya, seolah penambang kangkangi regulasi pertambangan dan kehutanan, padahal sangat jelas dalam Undang-undang (UU) nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

Seperti halnya yang terjadi di kawasan hutan produksi (HP) di Dusun Tirus, Desa Riau, Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi terlihat jelas tambang skala besar karena ada beberapa unit alat berat jenis excavator sedang beraktivitas melakukan pengerukan tanah dan terdengar suara dengungan mesin mobil yang sudah di modifikasi sebagai alat penghisap tanah. Sabtu (13/11/21) siang.Menurut informasi dari salah satu pekerja tambang, lokasi tersebut masuk dalam kawasan wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) PT Timah, bahkan sudah didatangi serta dapat teguran dan peringatan oleh pihak PT Timah.

“Ini masuk dalam IUP PT Timah, kami ketahui setelah didatangi oleh tim PT Timah, mereka memberikan peringatan secara tertulis dan sudah ditanda tangani oleh para pihak penambang sini”, ungkap pekerja tambang yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga menambahkan, ada perangkat Dusun Tirus Desa Riau, AKN sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) yang ikut kerja dalam penambangan di wilayah ini, lanjutnya.

Namun sayangnya, di lokasi penambangan, tidak menjumpai ketua RT yang dimaksud tersebut.

Dikonfirmasi via telepon, AKN ketua RT 01 Dusun Tirus mengakui, bahwa dirinya hanya bekerja saja dengan UDN selaku bos tambang, iapun sudah bekerja selama tujuh (7) bulan.
Sampai berita ini turun UDN tidak dapat dihubungi.
Data yang terhimpun saat ini, ada lima (5) titik penambangan timah ilegal dengan jarak sangat berdekatan satu sama lain.

Menanggapi hal itu, tiga (3) lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Babel angkat bicara terkait penambangan ilegal yang masuk dalam WIUP PT Timah wilayah HP Dusun Tirus tersebut.

Edi Muslim selaku ketua Lembaga MABESBARA mengungkapkan, “Kita nilai penambangan timah yang masuk dalam wilayah WIUP PT Timah dan kawasan HP Dusun Tirus pastinya ilegal karena tidak dilengkapi dengan surat izin”, jelasnya Minggu (14/11/21) sore.

Hal serupa juga disampaikan LSM KPMP MARCAB Kab. Bangka dan LSM KCBI Babel, mereka akan segera melaporkan ke pihak PT Timah dan aparat penegak hukum (APH) prihal penambangan timah ilegal yang merusak kawasan hutan dan masuk dalam WIUP PT Timah.

Suhendro ketua LSM KPMP Bangka mengatakan, pihaknya akan melaporkan aktivitas penambangan ilegal ke pihak PT Timah dan melaporkan ke APH atas aktivitas tambang ilegal tersebut.

Begitupun tanggapan dari LSM KCBI Babel, mereka akan secepat mungkin melaporkan ke APH atas unsur pengrusakan hutan, dugaan asas pembiaran oleh perangkat pemerintah Desa Riau Dusun Tirus dan penambangan biji timah secara ilegal.

( Rodan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *