Selasa, Agustus 9

PELATIHAN HIDUP DASAR UNTUK KADER POSYANDU

Pasar kemis,kab,Tangerang .dalam rangka kegiatan dan sosialisasi meningkatkan mutu dan pengetahuan kepada masyarakat,Universitas Yatsi Madani Tangerang , bekerja sama dengan HIBGABI-Banten.

Bentuk pengabdian terhadap masyarakat dosen dan mahasiswa Universitas Yatsi Madani mengadakan berbagai kegiatan dalam bentuk meningkat kan ilmu pengetahuan tentang kesehatan terhadap Masyarakat dan kader-kader Posyandu, Minggu tanggal 17-07-2022.pukul 08’00-11’00 di aula perumahan Bumi Indah Cluster Sakura. Pasar Kamis-Kab,Tangerang.acara pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Dosen dan mahasiwa ini yang diketuai oleh Dosen Ns.ZAHRA MAULIDIA SEPTIMAR,S.Kep.,M.Kep &Ns.IMAS SARTIKA,S.Kep., M.Kep.dkk

” Dalam rangka memberikan edukasi pelatihan peduli terhadap Masyarakat khusnya kader-kader posyandu yang dihadiri 10 kader dan lapisan masyarakat, diwilayah Perumahan Bumi Indah agar bisa masyarakat menjaga tentang arti pentingnya kesehatan dalam tubuh kita baik menjaga Lingkungan yang bersih,agar menciptakan pola hidup sehat,yang sangat bermanfaat bagi kehidupan,pungkas Ns.zahra .

Menjelaskan Suatu tindakan pertolongan pertama yang diberikan pada korban dengan keadaan henti napas maupun henti jantung disebut bantuan hidup dasar.
Tindakan yang dilakukan dalam bantuan hidup dasar merupakan tindakan
pemberikan napas buatan dan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada pasien
(Wiliastuti, Anna, & Mirwanti, 2018).
Resusitasi (resuscitation) yang berarti “menghidupkan kembali” merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk mencegah timbulnya episode henti jantung yang berakibatkan kematian.

Jika penanganan tidak segera
dilaksanakan pasien dengan kondisi henti jantung dapat mengalami kematian dalam waktu yang sangat singkat (sekitar 4-6 menit) (Andrianto,2020). Salah satu penatalaksanaan henti jantung dapat berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Tindakan yang menjadi salah satu terapi segera untuk kasus henti jantung dan
dapat diterapkan pada semua kasus henti napas maupun jantung ini terdiri dari pemberian bantuan napas dan sirkulasi pada pasien Dalam (Rilantono, 2012) memaparkan prinsip utama yang mendasari Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Evaluasi kegiatan pelatihan RJP adalah meningkatnya pengetahuan kader
tentang RJP dalam pencegarahannya untuk mencegah terjadinya kejadian henti jantung.

(Nurry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.